Rabu, 05 Juni 2013

Guru Ku

Tak terasa sudah hampir 3 hari mengikuti pelatihan Persiapan Kurikulum 2013 di Wisma Karimun (WK), dari hari pertama sampai hari ini yang menjadi fokus dari pelatihan bagaimana sebagai seorang guru kami para pendidik dituntut untuk lebih memberikan contoh teladan kepada peserta didik.
Contoh-contoh kecil yang disampaikan narasumber sebenarnya membuat kita sadar bahwa kita sebagai pendidik tanpa sadar sudah memberikan contoh ketidak teladan kepada peserta didik.

Sering kali kita merasa masuk ke kelas terlambat sedikit hal biasa, padahal hal tersebut akan menjadi momok kepada peserta didik kita, mereka akan mengangap setelah dewasa bahwa terlambat sedikit tidak menjadi masalah. Padahal hal itu akan mengurangi disiplin waktu. seperti kata bijak waktu adalah uang, hitunglah berapa banyak uang yang sudah kita buang dengan membiarkan ia berlalu begitu saja. Coba fikirkan adakah orang yang mau membuang uang.
Kita tidak pernah merasa bahwa generasi tua (maksudnya yang lahir lebih dulu) sering memberikan contoh yang salah, mungkin benar kata nara sumber selama ini sebagai pendidik kita sering menyalahkan kurikulum.
Tapi tidak pernah menyalahkan orang melaksanakannya.
Apakah kita sudah melaksanakan tugas kita sebagai pendidik dengan benar, nara  sumber mengatakan menjadi guru itu suatu keberanian. Keberanian seperti apa yang akan kita tunjukkan kepada peserta didik kita, Apakah keberanian untuk menengakkan kebenaran atau menengakkan kesalahan.
Sungguh ironis dunia pendidikan kita, mudah-mudahan dengan kurikulum 2013 kita menjadi insan pendidik yang lebih bisa memberikan keteladan sehinngga menghasilkan insan lebih teladan untuk Indonesia tercinta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar