Minggu, 20 April 2014

Renungan Diri Sendiri

Setiap detik kehidupan merupakan pengalaman hidup yang tidak boleh dilupakan, belajarlah dari setiap detik kehidupan kita. Mulailah dari setiap detik yang kau ingat, hargai detik itu. Karena sesungguhnya setiap detik merupakan awal dari perjalanan hidup yang seharusnya menjadi pembelajaran yang berharga. Sehingga seyogyanya kita akan ingat siapa kita, untuk apa kita ada dan mengisi hidup ini.


Jangan pernah lupa, jika lupa ingatkan diri kita bahwa kita bukanlah sesempurna sang pencipta, yang tidak pernah salah dalam melakukan apapun. Tidak pernah ada kata terlambat untuk selalu mengingatkan diri kita bahwa apapun yang terjadi terhadap detik yang baru saja berlalu merupakan mengalaman yang tidak bisa kita ulang kembali. Kita hanya bisa mengingatnya dan menjadikan langkah baru untuk tidak terulang lagi  pengalaman yang tidak kita inginkan.

Karena itu ada kata bijak yang mengatakan " pengalaman adalah guru yang paling ampuh dalam menjalani kehidupan ". Setiap detik kehidupan menjadi guru yang akan membimbing kita menjadi orang yang lebih menghargai apapun yang ada di dunia ini. Tidak kira besar atau kecil hal yang kita lakukan jadikan ia merupakan mengalaman yang berharga.

Jika kita orang yang gampang marah, ingat waktu detik kita marah apa yang terjadi, jika terjadi hal yang mungkin membuat kita menyesal jadikan ia sebagai patokan jangan  terlalu mudah marah. Jika kita orang yang ceroboh maka mulai detik yang telah berlalu berhati-hatilah.

Jika detik yang berlalu kita beban orang lain, mulailah menjadi orang yang lebih berharga untuk orang lain. Selalu ingatkan diri kita bahwa yang bisa merubah diri kita dan lingkungan hidup kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain.

Bukan maksud untuk mengurui dengan menulis opini ini, opini ini dibuat untuk mengingatkan diri saya bahwa saya bukan orang yang sempurna.

Mudah-mudahan kita menjadi orang tidak selalu merugi untuk hidup kita sendiri apalagi menjadi beban kepada orang lain, nauzubillah .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar