Minggu, 17 Mei 2015

Pengalaman Pertama

PENGALAMAN pertama? Ya, inilah pengalaman pertama saya. Tapi jangan 'ngeres' dulu, ya. Jangan salah membaca atawa salah menafsirkan judul coretan saya ini. Ini benar-benar pengalaman pertama. Buat saya ini penting untuk saya catat dan boleh dibaca siapa saja. Barangkali saja, ada inspirasinya.


Tapi sekali lagi, jangan salah memahami. Saya tidak akan dan tidak mungkin bercerita perihal pengalaman pertama saya di rumah, misalnya. Apalagi pengalaman pertama di rumah tangga, itu tidak akan pernah saya ceritakan sama siapapun. Kata ustaz, kisah di rumah tangga kita, apalagi kisah di dalam kamar, haha itu hanya untuk berdua saja. Tidak untuk orang lain.

Jadi, apa pengalaman pertama ini? Begini. Tahun lalu, persisnya saya bersama 27 orang teman-teman se-Kepri mendapat tugas dan kepercayaan untuk berangkat ke luar sana. Maksud saya ke luar provinsi Kepri. Dari Kabupaten Karimun, saya dan Ibu Yulita Muaz, guru Geografi SMA Negeri 1 Kundur. Bersama guru-guru dari kabupaten lain, kami berangkat ke Medan. Sebagai guru SMA Negeri 2 Karimun, saya tentu bangga terpilih walaupun terpilihnya saya bukan atas usulan dari sekolah. Kami memang dipilih oleh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Kepri sebagai calon instruktur di Kepri untuk pelaksanaan K13.

Ke-27 orang guru-guru Keperi itu dipilih untuk mengikuti pelatihan kurikulum baru, Kurikulum 2013 (K13). Kita masih ingat kan, sebelum kembali lagi ke KTSP pada awal semestser II (Januari 2015) lalu, di awal tahun pelajaran 2014/ 2015 seluruh sekolah di Indonesia wajib memakai K13. Itu sudah peraturan pemerintah, waktu itu. Untuk melaksanakan K13 itulah beberapa guru dipanggil untuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan K13.

Sebagai calon instruktur, kami mendapat kesempatan menerima materi K13 di LPMP Medan. Seingat saya, waktu itu ada juga instruktur yang mengikuti kegiatan di Tanjungpinang dan di Jakarta dengan instruktur nasional dari Jakarta. Ada banyak pengalaman menarik ketika kami mengikuti pelatihan di Medan itu. Salah satu catatan sudah saya tulis di http://nyakbaye.blogspot.com/2015/05/kenangan-duka-di-medan-mandi-hanya.html ini. Silakan dibaca ulang.

Pengalaman pertama yang saya maksud dalam catatan ini sesungguhnya hanyalah pengalaman biasa saja, yaitu ketika pertama kali saya menjadi guru dengan peserta didiknya juga guru dalam materi K13. Kalau materi lain, sebenarnya sudah pernah juga. Saya kebetulan sebelumnya juga menjadi instrtuktur di Kelas Maya. Tapi untuk K13 inilah pertama menjadi guru untuk para guru.

Memang lumayan deg-degan juga, awal-awal memberikan mataeri K13. Selain karena pesertanya adalah rekan-rekan guru, yang membuat saya agak grogi dan ragu itu adalah karena materi K13 adalah materi baru. Jujur saja, sepulang dari Medan pasca mengikuti pelatihan isntruktur di LPMP Medan itu saya belumlah betul-betul menguasai materi K13. Saya mencoba mengulang-ulangnya di rumah sebelum mendapat tugas pertama sebagai instruktur itu. Tetap saja tidak mudah sebagaimana saya memahami materi Mata Pelajaran Ekonomi yang saya ampuh di sekolah.

Tapi, bagaimanapun, saya merasa pengalaman itu tidak terlalu memalukan saya. Saya masih bisa menguasai suasana kelas pembelajaran dan mengelola diskusi di ruangan yang isinya teman-teman guru itu. Bersama teman saya yang satu lagi, rasanya saya tidaklah memalukan dalam pengelolaan pembelajaran waktu itu. Saya akhirnya benar-benar mampu menguasai kelas dan materi yang sudah menjadi tanggung jawab saya waktu itu.

Sayangnya, pengalaman pertama ini benar-benar hanya untuk pertama dan terakhir. Setelah K13 diimplementasikan di awal 2014/ 2015 lalu, tiba-tiba pemerintah baru di bawah Mendikbud baru, Anis Baswedan memberi kesempatan kepada sekolah-sekolah yang belum siap untuk kembali ke K13. Karimun yang baru pertama kali melaksanakannya, mengambil kebijakan untuk kembali lagi ke KTSP. Dan untuk sementara K13 harus diabaikan saja.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar