Jumat, 27 Mei 2016

Come Back K13

Seperti mimpi, hampir terlupakan. Tapi akhirnya kembali dipanggil untuk mengikuti pelatihan Instruktur K13 (IK-13) seperti dulu lagi. Belum habis lelah, sebenarnya bukan lelah tapi rasa kurang puas. Ya, kurang puas, karena dari tanggal 10 s.d. 14 Mei mengikuti pelatihan Video Edukasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Belum sempat untuk membagi ilmunya dengan teman-teman di sekolah, sudah harus mengikuti pelatihan IK-13.

Hari Senin, tanggal 16 Mei 2016 kembali ke sekolah untuk menjalankan tugas. Baru saja melapor ke kepala sekolah mengenai hasil yang didapat dari pelatiah Video Edukasi dengan harapan bisa mengimplementasikannya, sudah mendapat berita akan mengikuti pelatihan instruktur K13.

Helo, dengan harapan besar dan semangat membara maklum sudah hampir 2 tahun sejak K13 hanya mampir 1 (satu ) semester di sekolahku. Sekarang datang lagi dengan harapan pelatihan yang dimulai tanggal 17 adalah hal yang ditunggu-tunggu.

Hari yang dinanti-nanti tiba, tapi di awal sudah ada miscomunication. Ya, namamnya manusia yang melaksanakannya pasti ada kurangan disana-sini. Di surat edaran dikatakan Pelatihan akan dilaksanakan di Hotel Alisan jam 14 siang tanggal 17. Setelah sampai tempat yang ditentukan dan menunggu beberapa menit, baru mendapat kabar bahawa pembukaan pelatihan dipindah tempatkan. Akhirnya untuk sampai ditempat yang dimaksud kami para peserta harus berpindah tempat dengan menempuh jarak hampir 25 menit menaiki sepeda motor.

Akhirnya kami para peserta bergabung bersama peserta sebagai Guru Sasaran ( GS) untuk pelaksanaan K13 tahun ini. Ya kami katanya sebagai peserta Instruktur Kabutapen ( IK ) julukannya. Bagi saya pribadi bukan masalah GS atau IK nya yang penting mendapatkan informasi lebih dalam pelaksanaan K13 itu penting. Tapi karena tidak ada kepastian dari pihak pelaksana, hal ini yang membuat jengkel beberapa peserta IK lainya.

Tepatnya jam 14.30 belum ada acara pembukaan pelatihan kami disuruh untuk mengikuti Pretest katanya, Tidak tampak perwakilan dari Dinas Pendidikan. Hanya perwakilaan dari Pengawas, itupun pengawas dari SMK. Sungguh disayangkan, hal inilah yang membuat kami peserta merasa sungguh dianggap sebelah mata. Begitu remehnya kami guru, itu yang sempat terdengar bisik-bisik dari peserta lain pelatihan K13 ini.

Sepertinya kami hanya merupakan korban dari pelaksanaan program yang hanya menghabiskan uang negera saja.  Sampai dengan selesai acara pembukaan nasib kami sebagai peserta Instruktur K13 belum ada kepastiannya. Sehabis Coffee Break, kami masih belum mendapat kepastian kapan acara pembukaan akan dimulai. Akhirnya selepas baqda ashar kami disuruh kumpul kembali kedalam ruangan dan akhirnya acara pembukaan dimulai. Masih sama kami para peserta belum melihat Orang dinas ataupun yang mewalikinya.

Seperti kami adalah objek pelengkap supaya acara ini terlaksana, kami disuguhkan materi umum K13 yang sudah kami praktekkan beberapa tahun yang lalu. Yang akhirnya membuat beberapa peserta IK K13 merasa sangat kecewa. Bukan kami tidak menghargai narasumber, tapi semangat yang mengebu tadi luntur. Karena yang kami harapkan adalah perubahan dari k13 yang katanya belum sempurna kami dapatkan dimedan. Tapi kenyatannya lain, kami masih berharap besok lusa ada perubahan dalam penyajian narasumber yang katanya baru saja kembali dari TPI mendapatkan Revisi K13.

Keesokan harinya masih kekecewaan yang kami terima, tapi karena semagat bahawa pembelajaran itu harus selalu diulang, maka kami masih sabar menerimannya. Masih belum ada kepastian kapan kami akan mendapatkan materi Revisi K13 itu. Sehingga siang hari tanggal 18 kami diminta untuk kembali ketempat  pelatihannya tertera disurat edaran pelatihan. Masih kekecewaan yang kami terima, narasumber mengatakan bahawa kami akan shering/membagi materi yang kami terima di medan dengan materi yang baru saja mereka terima di TPI. Kami seperti anak TK yang tidak membawa apa-apa disuguhi dengan materi yang membuat kami akhirnya berdiskusi sesama peserta lain, tapi akhirnya mendapat teguran katanya kami tidak menghargai narasumber. Padahal kami tidak bermaksud demikian, kami hanya merasa materi yang disajikan sudah kami terima jika diterangkan lagi akan membuat jenuh, supaya tidak jenuh kami sesama peserta berusaha membuat suasana tetap nyaman.


Waktu berlalu, akhirnya kami peserta merasa bahwa memang kami sangat membutuhkan revisi K13. Kami berusaha menghidupkan suasana pelatihan tanpa membuat narasumber merasa tidak berguna. Semua tugas yang dibebani kepada kami buat sesuai dengan kemampuan walau yang pasti untuk materi Ekonomi sendiri tidak ada silabus maupun buku guru yang dapat digunakan sebagai penyelesai tugas.

K13 mungkin masih menjadi rahasia pendidikan, ya rahasia yang menjadi rahasia bagi yang tidak mau mempelajarinya. Tapi bagi yang merasa perlu, maka akan mencarinya sendiri, mungkin pelatihan hanya sebagai salah satu saranan saja.

K13 selamat datang lagi, yang pasti buat saya sendiri k13 adalah pembenahan diri guru itu sendiri.  Ini yang penting. Sehingga Kurikulum apapun namanya tidak menjadi masalah untuk menciptakan generasi yang berprestasi dan berdedikasi serta berakhlak mulia.

Sahabat guru, bangkitlah untuk dunia pendidikan kita. Jadikanlah dunia pendidikan sebagaimana yang diharapkan, bukan sebagai tempat mencari makan saja sehingga kita lupa tujuan kita menjadi guru. Selamat malam untuk seluruh guru di Indonesia, 'come back' K-13, selamat datang kembali K-13.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar