Jumat, 01 Januari 2016

Sisa Catatan: Tahun Baru dengan Masalah Lama

Tahun pelajaran 2015-2016 sudah dimulai sejak enam bulan yang lalu, tepatnya tanggal  27 juli 2015. Waktu itu 3 (tiga) hari mos berlangsung, disambung dengan 1 hari pembagian kelas. Sabtunya gotong-royong. Belajar efektif mulai tanggal 3 Agustus 2015. Besar harapan sebagai guru, tahun ini ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dari siswa baru yang diharapkan dapat menjadi angin segar dalam pembelajara.


Seiring berjalannya waktu, dengan persiapan yang sudah dirancang diawal tahun, semua guru mengharapkan adanya perubahan dari siswa-siswi yang akan diajar. Berjalannya waktu, ternyata masalah yang sama tetap menjadi penghalang proses pembelajaran. Tahun ajaran menjadi cerminan dari kegagalan dunia pendidikan. Mungkni ini terjadi hanya di kotaku saja. Inilah yang kurasakan sebagai seorang guru.

Dengan harapan siswa baru membawa harapan baru, bahwa proses pembelajaran akan berbeda dari tahun sebelumnya ternyata sama saja. Minat belajar dari siswa baru ternyata tidak signifikan dengan hasil yang serahkan kesekolah sebagai bukti mereka lulus dari jenjang sebelumnya.

Nilai dengan angka pantastik ternyata hanya angin segar bahwa mereka adalah calon-calon siswa yang akan menjadi pengharum sekolah ternyata jauh dari harapan. Nilai tinggi ternyata tidak menjamin, mereka adalah siswa yang berprestasi di sekolah sebelumnya.

Nilai UAS (ulangan Akhir semester) menunjukkan bahwa potensi yang diharapkan menjadi pengharum nama sekolah hanya tinggal harapannya.Hasil pada UTS (ulangan tengah semester) yang lumayan bagus yang menjadi pembagi nilai UAS akhirnya tidak mencerminkan hasil yang memuaskan. dari 121 siswa yang diajar. Hanya separuh dari siswa yang diajar mendapatkan nilai yang memuaskan dengan kata lain dinilai diatas KKM (kreteria ketuntasan minimal) sementara yang separuhnya lagi masih dibawah KKM.

Entah karena cara mengajarnya yang masih salah atau metode yang salah atau mungkin minat belajar yang masih kurang yang pasti hasil UAS kemaren tidak memuaskan sebagai seorang pendidik. Rasanya segala usaha sudah dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa untuk lebih maksimal menerima pengajaran. mungkin pembaca masih ingat ada TTS yang digunakan sebagai salah satu motivasi. Waktu pembelajaran berlangsung minat siswa sangat tinggi terhadap materi yang diajarkan. begitu banyak pertanyaan yang timbul. 
Pekerjaan rumah tidak pernah tidak dikerjakan, latihan soal bersama didalam kelas hanya satu atau dua soal yang salah. 

Tapi pas menghadapi soal-soal akhir ulangan semester (UAS) hanya sebagian siswa yang masih mampu dengan baik mengingat materi yang diajarkan. ini menjadi pekerjaan rumah yang besar sebagai seorang pendidik. mudah-mudahan di awal tahun 2016 ini ada solusi yang baik untuk memecahkan pencapaian hasil belajar dari siswa ini. semoga. Jadi, masalah ini masih sama dengan msalah lama di tahun-tahun yang sudah. padahal kemarin di awal tahun pelajaran baru, katanya dengan perubahan yang baru. Rupanya itu baru ada di harapan, bukan pada kenyataan.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar