Netraku menatap sayu taman bunga yang tak berbunga.
Sepuluh
tahun lalu, semuanya berwarna warni sejak saat itu dua tahun lalu semuanya jadi
tak lagi berwarna warni.
Warna
warni dari cat menjadi pemadangan indah yang tidak asri.
Langkahku
terus melaju menuju kelas yang berada dipojok ujung sekolah.
Suara
riuh sudah terdengar, hanya ada dua kelas tapi suara ributnya bagaikan sepuluh
kelas saja.
Langkahku
terhenti sejenak di kelas satunya sebelum aku sampai di kelas tempat aku
mengajar.
Melihat
sekilas, mereka peserta didikku memainkan gitar dan mengeluarkan suara bagaikan
tersampuk saja.
Dua kelas
ini selalu saja menjadi kelas yang jarang dikunjungi guru.
Berbagai alasan yang diberikan oleh mereka yang tidak masuk dengan pembenaran yang hanya mereka yang tahu.






