Suara terahim sayup – sayup menusuk pendengaranku.
Rasa
ngantuk bergelayut manja, mataku masih terpejam erat.
Rasanya
baru sebentar aku memanjakan mataku, tapi pagi tidak mau kompromi.
Hatiku
lelah, setiap hari dengan kenyataan yang sama.
Dapurku
berasap hanya untuk menjerang air untuk secangkir teh pengisi perut sebelum aku
berangkat mengajar.
Berita –
berita diluar sana membuat pikiranku tidak sejalan dengan hati.
Saat ini
semuanya serba mahal tapi dunia pendidikan sudah mandarah daging.
Dunia
yang sudah membuat aku Bahagia, sejak meninggalkan dunia kuliah 35 tahun yang
lalu.
Covid
tidak memberikan aku banyak pilihan, gelar sarjana tidak membuatku mendapatkan
pekerjaan yang layak.
Akhirnya aku terdampar di sekolah yang memberikan aku kehidupan.






