“Saya lelah selalu
disalahkan, padahal banyak yang salah tapi kesalahan saya sepertinya tidak
termaafkan.” Masih bermain ucapan Bu Intan dibenakku.
Pagi ini aku tidak mau lagi
mendengar keluh kesah Bu Intan yang sepertinya sudah kecewa dengan sikon yang
tidak nyaman di kantorku.
Sebenarnya aku sudah
merasakan hal ini dua tahun lebih tapi aku mentulikan teliga membutakan mata
selagi kinerjaku tidak dipermasalahkan rasanya aku masih bisa mentolirirnya.
Tapi sekarang keadaan
seperti tidak bersahabat denganku, ada saja yang tidak kena aku yang datang
pagi dipermasalahn oleh teman sekantor katanya mencari muka.
Mencari muka dimana, sejak
awal bekerja aku selau datang lebih awal karena tidak ingin terjebak macet yang
memusingkan kepala.
Belum lagi polisi yang
diakibatkan oleh berebutnya kendaraan bermotor jika sudah jam padat dengan
karyawan yang berlomba ke kantornya masing – masing.
Demi menjadi kesehatanku aku memilih datang lebih awal untuk mengelak semua hiruk pikuk serta membatasi diri dari polusi yang semakin menjadi dewasa ini.






