Menatap sepatu hitam yang sudah memudar warnanya.
Beberapa
kali aku ditegur bagian kesiswaan karena mereka menyangka aku memakai sepatu
abu – abu.
Peraturan
sekolah membuatku tidak berkutik, tapi memaksakan Ayah untuk membeli sepatu
rasanya juta tidak memungkinkan.
Menatap wadah
kecil yang sudah aku tinta isi ulang spidol whiteboard yang aku ambil sedikit
untuk menyemir sepatuku biar kembali berwarna hitam.
Dengan
teliti aku menyemir sepatuku, senyum puas tersunging di bibirku.
Berjalan menuju kursi kayu yang selalu menjadi teman setiap untuk menjemur sepatu sesudah aku cuci.






