Memerah mataku menatap status WA dari aplikasi yang akhir – akhir ini menjadi fokusku.
Statusnya
hari ini sungguh melukai harga diriku.
Secepat
kilat aku mengetik kalimat untuk mengomentarinya.
“Kami hanya rekan kerja
tidak lebih, jangan berlebiha curiga Abang tidak suka.” Kalimat Bang Imran
teringat olehku.
Itu
sepekan lalu, aku menujukkan status dari teman sekantor Bang Imran yang aku
rasa sudah tidak bisa ditoleri lagi.
Aku yang
tunangan Bang Imran saja malu untuk memasang status seperti itu, apalagi Bang
Imran selalu mengingatkan kami baru bertunang.
Aku
menghapus kembali chat yang sudah aku tulis.
Aku
menghela napas berat, meletakkan HP pada meja kecil yang terletak disamping
ranjangku.
Malam
minggu seharusnya kami berbicara banyak tentang hubungan kami yang sebentar
lagi menuju pelaminan.
Chat Bang Imran tadi sore menggatakan tidak bisa datang karena ada jamuan makan di kantornya.






