Langkahku terhenti, bola kaki warna warni menghentikan langkahku.
Aku
mengangkat kepala mencari sosok pemilik bola berwarna – warna.
Sedari
tadi aku menundukkan kepala akan mencari uangku yang hilang saja.
Rasanya
aku tidak punya muka untuk menatap orang – orang yang berada disekitarku
setelah kejadian naas sejam yang lalu.
Andai
saja ada pintu doraemon tentu aku akan menggunakannya untuk pergi ke negeri
antah berantah.
Sungguh
kesal rasanya jika mengingat kejadian sejam yang lalu.
Tiba –
tiba saja aku yang lagi menunggu ojek online pesananku tertiban sial.
Bagaimana
tidak sial, satu termos air tahu dingin tumbah oleh seorang lelaki dewasa
karena ban motor yang dtumpanginya oleng.
Dan hari
ini aku mandi air tahu, jika yang tumpah air susu mungkin lain ceritanya.
Untung saja ojek online tiba, sebenarnya ojek online tidak ingin mengantarku karena badanku basah kuyup.
