Sabtu, 14 Februari 2026

Pilihan


Langkahku gontai, lorong rumah sakit sepi, sesepi hatiku saat ini.

Airmata yang menumpuk sedari ruangan periksa tidak bisa aku tahan.

Satu persatu air itu turun bersama luruhnya badanku ke ubin rumah sakit.

Untung saja lorong tempat aku bersimpuh sepi. entah ini janji sang pencipta untuk menutup aibku karena aku menutup aib suamiku.

Apa aibku, hanya karena aku terlalu sedih memikirkan nasibku yang sudah tidak dianggap suamiku saat ini dan apa nasib janin yang sebetulnya lama aku tunggu tapi datang tidak tepat waktu.

“Abang akan menikah lagi, suka tidak suka terima.” Ucap suamiku tiga bulan lalu.

Seandainya Bang Zikri meminta baik – baik aku pasti mengizinkan dirinya untuk menikah lagi.

Menjelang tujuh tahun pernikahan belum juga ada jerit tangis bayi di rumah kami.

Dan hari ini, aku dikejutkan dengan berita yang sudah lama aku tidak aku harapkan lagi.

“Sudah 14 minggu ya Bu. Ibu beruntung tidak merasakan mual diawal kehamilan.” Kalimat dokter kandungan membuat duniaku menjadi terang benderang tapi seketika mengingat suamiku sudah menjatuhkan talak sebulan lalu walaupun kami belum menjalani sidang perceraian.

Izin sudah kuberikan, tapi entah apa yang menyebabkan suamiku menjatuhkan talak kepadaku.

“Niah, ada apa?” terkejut jangan lagi ditanya.

Postingan Terbaru

Pilihan

Langkahku gontai, lorong rumah sakit sepi, sesepi hatiku saat ini. Airmata yang menumpuk sedari ruangan periksa tidak bisa aku tahan. Sa...