Menatap nanar boneka pemberian Ayah yang setia menemani aku selama ini.
Lusuh tapi aku tidak pernah
berniat untuk mengantinya dengan boneka yang baru.
Lusuh tapi bersih, karena
aku rajin untuk mencucinya jika sudah mengeluarkan aroma yang tidak enak,
maklum selalu menjadi teman tidurku.
Ketukan di pintu membuatku
mengalihkan pandangan dari boneka kesayanganku ke arah pintu.
Membangunkan badan menuju pintu, panel pintu aku tekan untuk melihat siapa yang mengetuk pintuku.