Kamis, 03 April 2025

Syukur

 

Menatap nanar boneka pemberian Ayah yang setia menemani aku selama ini.

Lusuh tapi aku tidak pernah berniat untuk mengantinya dengan boneka yang baru.

Lusuh tapi bersih, karena aku rajin untuk mencucinya jika sudah mengeluarkan aroma yang tidak enak, maklum selalu menjadi teman tidurku.

Ketukan di pintu membuatku mengalihkan pandangan dari boneka kesayanganku ke arah pintu.

Membangunkan badan menuju pintu, panel pintu aku tekan untuk melihat siapa yang mengetuk pintuku.

Rabu, 02 April 2025

Bukan Sekadar Mimpi

 

Suara berisik dari tadi sudah terdengar, jeritan suara wakil kesiswaan dipengeras suarapun tidak kami hiraukan.

Bagaikan lebah yang sedang terbang, kami sibuk dengan pemikiran kami siapa yang akan mendapatkan juara umum untuk tahun ini.

Lututku terasa lemah, semester ganjil kemaren aku mendapatkan rangking ke dua juara umum sekolah kalah dengan Raihan Putra teman satu kelasku.

Sudah dua tahun ini kami selalu berpacu dalam meraih juara kelas maupun juara umum sekolah.

Aku tidak mau kalah dengan Raihan yang memiliki fasilitas cukup sementara aku anak salah satu penjual di kantin sekolah.

Kamis, 27 Maret 2025

Aku, Mimpi, dan Ambisi

 

Belum lagi, pena ternyata sudah habis untung saja ada teman yang berbaik hati meminjamkannya.

“Ok, waktunya sudah habis. Hans tolong dikumpul lembar jawabanya.” Ucap Bu Cahaya.

Otakku seakan blank, bagaimana tidak aku sudah belajar keras untuk mendapatkan nilai 100 tapi masih ada dua soal yang dari tadi membuatku pusing tujuh keliling.

Aku menyantap lakse goreng buatan Mak untuk membisukan cacing diperutku yang demo karena jam sudah menunjukkan pukul 10. Biasanya pukul 9.30 kami jam istirahat.

Laksa goreng buatan Mak biasanya menyelerakan tapi entalah hari ini aku Salwas untuk menyantapnya.

Rabu, 26 Maret 2025

Taaruf Mu

 

 “Hore kia lulus.” Koor terdengar ketika kami melihat pengumuman kelulusan.

“Intan pasti mendapatkan nilai tertinggi.” Ucap salah satu temanku kala itu.

“Ah, bukan pasti Pras yang unggul.” Ucapku malu sambil memandang teman kelasku yang bermana Pras.

Prastio Pamungkas, pindahan dari Yogya awal tahun pelajaran dengan segudang prestasi.

Sejak kami satu kelas aku, Bulan Intan Nuraini selalu menjadi nomor dua.

Perasaanku nano – nano terhadap Pras, ada rasa tersaingi, ada raga kagum.

Minggu, 23 Maret 2025

Bunga

 

Menatap nanar Bu Cahaya yang komat kamit di depan kelas.

Pikiranku bercabang, siapa yang akan Mak minta tolong jika sakit menyerangya.

Abah sudah sepekan berangkat ke Negara jiran untuk mengkais rezeki.

Negera sendiri seperti tidak memberikan celah untuk Abah meminta sedikit uang untuk sekadar mengisi tabung tengah keluarga kami.

Sabtu, 08 Maret 2025

Celoteh Ramadhan 2025, Hari Kelima & Keenam

 

Menahan segala napsu bukan hanya menahan lapar dan dahaga ketika berpuasa itu sudah menjadi ketentuannya.

Bagaimana kita menyikapi mungkin itu yang paling utama.

Berpuasa dengan berdiam diri di rumah mungkin lebih mudah menahan napsu amarah.

Apalagi jika di rumah hanya tinggal dengan anggota keluarga yang jumlahnya sedikit mungkin napsu amarah lebih bisa di jaga, dan ini terjadi pada hari kelima.

Kamis, 06 Maret 2025

Celoteh Ramadhan 2025, Hari Ketiga dan Keempat.

 


Dari satu Ramadha ke Ramadhan rasa tidaklah jauh berbeda, panas masih menyelimuti Karimun berazam.

Di layar kaca dibeberapah daerah Indonesia banjir melanda.

Alhamdulillah karimun masih terlihat cerah, dan panas membuat diri malas untuk berlama- lama di bawah terik matahari.

Dan alhamdulillahnya lagi pekerjaan tidak menuntut untuk dibawah terik matahari kecuali baju yang baru siap dicuci dan butuh terik matahari.

Postingan Terbaru

Syukur

  Menatap nanar boneka pemberian Ayah yang setia menemani aku selama ini. Lusuh tapi aku tidak pernah berniat untuk mengantinya dengan bon...