SIAPAPUN mungkin tidak asing lagi baginya dengan istilah-istilah
sepertidemand, supply, elastisitas, cost, price,
revenew, atau economic growtdan
lain sebagainya. Itu adalah istilah-istilah ekonomi yang setiap hari ditemui.
Apa lagi bagi orang bisnis atau yang bersinggungan dengan pembelajaran ekonomi
di sekolah seperti para siswa yang setiap hari berjumpa denganku. Pasti istilah
ini bukan lagi sesuatu yang baru buat mereka.
“Hape baru keluar lagi. Hape baru
keluar lagi!” cetus seorang pengguna dan penggila HP (Hand Phone) alias mobile
phone kepada saya. Saya senyum saja. Tapi sesungguhnya hati saya
terperangah menyaksikan kegembiraan teman ini. Begitu bersemangatnya dia
menjelaskan.
"Sehat itu Mahal," begitu
yang selalu terdengar dan diingatkan ke kita. Maksudnya, jangan disia-siakan
kesehatan yang dianugerahkan ke kita. Sebab kalau tersia-siakan lalu terbawa
enteng akhirnya sakit. Sehat itu penting dan sangat mahal.
siang dan malam bagaikan
kekasih yang saling menantisiang dan malam datang silih berganti tiada henti siang mengganti malam
ketika mentari terbit di setiap pagi malam mengganti siang
ketika sang mentari bersembunyi di ufuk yang sepisiang dan malam adalah dua
teman berteman sepanjang zaman malam tak kan ada siang
tanpa malamsiang dan malam adalah dua teman berteman tanpa temansiang dan malam
sentiasa dalam kesendiriansiang dan malam selalu dalam penantiansiang dan malam
abadi dalam pengasingantapi siang dan malam selalu saling mendambakansiang dan
malam selalu merindukansiang dan malam abadi sebagai pasangan yang abadi dalam
percintaan.
"Adi, kerjakan soal ini!“ Perintah seorang
guru kepada seorang muridnya, di suatu siang untuk mengevaluasi materi fungsi
permintaan dari 50 buah menjadi 60 buah, dengan harga yang disepakati
dari Rp 150.000 menjadi Rp 100.000 yang baru saja diajarkan. Adi dengan
cermat menyelesaikan soal Mata Pelajaran (MP) Ekonomi tersebut dalam beberapa
menit. Guru puas, muridnya
senang.