"Adi, kerjakan soal ini!“ Perintah seorang
guru kepada seorang muridnya, di suatu siang untuk mengevaluasi materi fungsi
permintaan dari 50 buah menjadi 60 buah, dengan harga yang disepakati
dari Rp 150.000 menjadi Rp 100.000 yang baru saja diajarkan. Adi dengan
cermat menyelesaikan soal Mata Pelajaran (MP) Ekonomi tersebut dalam beberapa
menit. Guru puas, muridnya
senang.
Senin, 04 September 2017
Minggu, 03 September 2017
Soal Sistem Ekonomi
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Sebutkan 2 ciri - ciri dari sistem ekonomi liberal ?
2. Siapa yang menjadi pelopor dari sistem ekonomi pasar ?
3. Berikan 2 contoh dari negara yang mengunakan sistem ekonomi komando ?
4. Sebutkan 2 dari kelemahan dari sistem ekonomi campuran ?
1. Sebutkan 2 ciri - ciri dari sistem ekonomi liberal ?
2. Siapa yang menjadi pelopor dari sistem ekonomi pasar ?
3. Berikan 2 contoh dari negara yang mengunakan sistem ekonomi komando ?
4. Sebutkan 2 dari kelemahan dari sistem ekonomi campuran ?
5. Sebutkan perbedaan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi campuran?
Rpp 2006
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
1.
Identitas
- NAMA SEKOLAH :
SMA Negeri 2 Karimun
- KELAS :
XII IPS
- SEMESTER :
2 (Dua)
- PROGRAM :
Ilmu Pelajaran Sosial (IPS)
- MATA PELAJARAN :
Ekonomi.
- JUMLAH PERTEMUAN :
6 kali pertemuan
- TAHUN PELAJARAN : 20.../20..
Kamis, 17 Agustus 2017
Senin, 20 Maret 2017
Minggu, 07 Agustus 2016
Meskipun jam berlebih, tidak menerima tunjangan profesi
PAK MENTERI PENDIDIKAN Berdasarkan permen... ketentuan jam mengajar bagi seorang guru yang ideal adalah 24 jam tatap muka. 24 jam ini berlaku baik untuk kenaikan pangkat maupun untuk menerima tunjangan sertifikasi betapa mirisnya.
Meskipun jam berlebih, tidak menerima tunjangan profesi
PAK MENTERI PENDIDIKAN Berdasarkan permen... ketentuan jam mengajar bagi seorang guru yang ideal adalah 24 jam tatap muka. 24 jam ini berlaku baik untuk kenaikan pangkat maupun untuk menerima tunjangan sertifikasi betapa mirisnya.
Kami guru yang kekurangan jam untuk kedua hal diatas sering merasa sedih dalam arti kata untuk mata pelajaran liner kami selalu kekurangan tapi jam mengajar kami melebihi kapasitas untuk kedua hal tersebut. Hampir 3 tahun kebelakangan ini saya bersama - sama teman lain harus iklas menerima nasib bahwa jam kami tidak cukup untuk dihitung sebagai angka kredit kenaikan pangkat maupun untuk menerima tunjangan sertifikasi padahal beban mengajar kami banyak.
Saya sendiri mengajar pelajaran lain sebanyak 8 jam. ( empat kelas) sehingga beban jam mengajar menjadi 32 jam. Teman saya yang lain harus mengajar Sosiologi sehingga jam mengajarnya menjadi 30 jam, tapi nasib kami bagai angin lalu. Ada kabar kami Akan dimutasi supaya jam mengajarnya terpenuhi, tapi kapan sementara sepengetahuan kami untuk sekabupaten karimun untuk mata pelajaran tertentu memang lebih jadi pemutasian juga tidak berarti buat kami atau kami akan dipindahkan ke kabupaten lain mungkin.
Pak menteri, apakah kami ini hanya anak tiri dari pegawai negeri yang lain sehingga kadang-kadang kami merasa apa yang diberikan kepada kami harus melalui jalur yang sulit. Katanya kami pencutus generasi muda tapi nasib kami sendiri tidak pasti. Pak menteri hanya karena tambahan pengadilan saja kami sudah dibebani dengan setumpuk kewajiban.
Nilai UKG yang rendah menjadi penghalang cair nya tunjangan, data dapodik tidak singkron sertifikasi terhambat, keras sedikit mendidik anak penjara menunggu. banyak lagi kalau dikeluhkan malah menjadi momok untuk kami guru. Akhirnya pak menteri oh pak menteri tolong ulang lagi kebijakan untuk kami, kami bukan minta banyak tapi perhatikan kami yang selalu tertekan mulai dari menteri, kepala dinas, kepala sekolah sampai wakil kepala sekolah yang ikut - ikutan menzholimi kami. ***
Kami guru yang kekurangan jam untuk kedua hal diatas sering merasa sedih dalam arti kata untuk mata pelajaran liner kami selalu kekurangan tapi jam mengajar kami melebihi kapasitas untuk kedua hal tersebut. Hampir 3 tahun kebelakangan ini saya bersama - sama teman lain harus iklas menerima nasib bahwa jam kami tidak cukup untuk dihitung sebagai angka kredit kenaikan pangkat maupun untuk menerima tunjangan sertifikasi padahal beban mengajar kami banyak.
Saya sendiri mengajar pelajaran lain sebanyak 8 jam. ( empat kelas) sehingga beban jam mengajar menjadi 32 jam. Teman saya yang lain harus mengajar Sosiologi sehingga jam mengajarnya menjadi 30 jam, tapi nasib kami bagai angin lalu. Ada kabar kami Akan dimutasi supaya jam mengajarnya terpenuhi, tapi kapan sementara sepengetahuan kami untuk sekabupaten karimun untuk mata pelajaran tertentu memang lebih jadi pemutasian juga tidak berarti buat kami atau kami akan dipindahkan ke kabupaten lain mungkin.
Pak menteri, apakah kami ini hanya anak tiri dari pegawai negeri yang lain sehingga kadang-kadang kami merasa apa yang diberikan kepada kami harus melalui jalur yang sulit. Katanya kami pencutus generasi muda tapi nasib kami sendiri tidak pasti. Pak menteri hanya karena tambahan pengadilan saja kami sudah dibebani dengan setumpuk kewajiban.
Nilai UKG yang rendah menjadi penghalang cair nya tunjangan, data dapodik tidak singkron sertifikasi terhambat, keras sedikit mendidik anak penjara menunggu. banyak lagi kalau dikeluhkan malah menjadi momok untuk kami guru. Akhirnya pak menteri oh pak menteri tolong ulang lagi kebijakan untuk kami, kami bukan minta banyak tapi perhatikan kami yang selalu tertekan mulai dari menteri, kepala dinas, kepala sekolah sampai wakil kepala sekolah yang ikut - ikutan menzholimi kami. ***
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Terbaru
Hatiku
Langkahku terhenti, bola kaki warna warni menghentikan langkahku. Aku mengangkat kepala mencari sosok pemilik bola berwarna – warna. S...



