“Hore kia lulus.” Koor terdengar ketika kami melihat pengumuman kelulusan.
“Intan pasti mendapatkan
nilai tertinggi.” Ucap salah satu temanku kala itu.
“Ah, bukan pasti Pras yang
unggul.” Ucapku malu sambil memandang teman kelasku yang bermana Pras.
Prastio Pamungkas, pindahan
dari Yogya awal tahun pelajaran dengan segudang prestasi.
Sejak kami satu kelas aku,
Bulan Intan Nuraini selalu menjadi nomor dua.
Perasaanku nano – nano terhadap Pras, ada rasa tersaingi, ada raga kagum.






