Kamis, 23 Mei 2024

TAARUF MU

 


 “Hore kia lulus.” Koor terdengar ketika kami melihat pengumuman kelulusan.

“Intan pasti mendapatkan nilai tertinggi.” Ucap salah satu temanku kala itu.

“Ah, bukan pasti Pras yang unggul.” Ucapku malu sambil memandang teman kelasku yang bermana Pras.

Prastio Pamungkas, pindahan dari Yogya awal tahun pelajaran dengan segudang prestasi.

Sejak kami satu kelas aku, Bulan Intan Nuraini selalu menjadi nomor dua.

Perasaanku nano – nano terhadap Pras, ada rasa tersaingi, ada raga kagum.

Minggu, 19 Mei 2024

BUNGA

 


Menatap nanar Bu Cahaya yang komat kamit di depan kelas.

Pikiranku bercabang, siapa yang akan Mak minta tolong jika sakit menyerangya.

Abah sudah sepekan berangkat ke Negara jiran untuk mengkais rezeki.

Negera sendiri seperti tidak memberikan celah untuk Abah meminta sedikit uang untuk sekadar mengisi tabung tengah keluarga kami.

“Bunga, apa ada yang aneh dengan pertanyaan saya.” Deg jantungku seakan berhenti mendengar suara Bu Cahaya yang mengelegar memenuhi ruang kelas.

Jumat, 10 Mei 2024

Pantun Sendiri


 Lama tak mengasah ilmu pantu, semoga berkenan untuk membacanya

I.

Dilarang keluar waktu magrib

Saat magrib tidak boleh berdendang

Duduk termenung meratap nasib

Sampai ke tua tak ada yang sayang

Kamis, 09 Mei 2024

Gapai Cita dalam (Duka) Cinta

 

Adik Abah yang dulu tinggal bersama kami sudah lebih sepuluh tahun merantau sejak menamatkan sekolah menegah atas hari ini duduk di ruang tamu kami.

“Pak Ucu ingin menengok Mak Intan.” Ucap Pak Ucu berdiri dan melangkah menuju kamar Abah Mak.

Aku mengekori Pak Ucu macam anak ayam dan berhenti disamping Pak Ucu yang sudah berselimpuh di kasur kamar Mak.

Rumah kami tidak mempunyai dipan, hanya kasur yang digelar dilantai beralaskan tikar nipah.

Minggu, 28 April 2024

Gapai Cita dalam (Duka) Cinta

 

Adik Abah yang dulu tinggal bersama kami sudah lebih sepuluh tahun merantau sejak menamatkan sekolah menegah atas hari ini duduk di ruang tamu kami.

“Pak Ucu ingin menengok Mak Intan.” Ucap Pak Ucu berdiri dan melangkah menuju kamar Abah Mak.

Aku mengekori Pak Ucu macam anak ayam dan berhenti disamping Pak Ucu yang sudah berselimpuh di kasur kamar Mak.

Rumah kami tidak mempunyai dipan, hanya kasur yang digelar dilantai beralaskan tikar nipah.

Jumat, 26 April 2024

Gapai Cita dalam Cinta

Bel panjang berbunyi, aku bergegas melangkah menuju parkiran terlambat sedikit saja pasti banyak ruginya.
"Assalamualaikum." Gema suara terdengar
"Walaikumsalam." Suara Mak menjawab salamku
"Mak sudah makan." Tanyaku lembut
"Ganti dulu baju, Tan." Suara lemah Mak terdengar
aku menganggukkan kepala, memberikan senyum terindah untuk mak.
langkahku laju menuju kamar, bergegas menganti baju rumah tidak lupa mengantung seragam putih abu supaya besok dapat dipakai lagi.
melaju menuju dapur, mengambil nasi dari magiccom serta

Kamis, 18 April 2024

Cerita Pendek Mengisi Ramadhan

Tahun sebelumnya setiap hari memposting tulisan tentang mengisi hari di bulan ramadhan dengan hal - hal dilakukan mulai dari subuh hingga kemagrib.

Cerita yang ingin dikenang selama menjalani bulan suci ramadhan, tahun ini bulan ramadhan diisi dengan cerita pendek alias cerpen yang mengisahakan kejadian kehidupan yang dialami umat manusia selama menyambut ramadhan.

tak terasa cerpen sebanyak 20 judul sudah siap untuk diterbitkan, sepanjang menulis cerpen selama bulam ramadhan 1445 H banyak hal yang menjadi renungan dari menelisik keadaan sekitar dengan banyaknya problema kehidupan sampai dengan cerita cinta tentu bertebaran dimasyarakat yang dibisa dijadikan ide cerita pendek.

Postingan Terbaru

Ketika Bangku Bertanya: "Ke Mana Guru?"

  Lonceng berdentang membelah pagi Rapi tertata jajaran kursi tak berisi Buku terbuka, pena menanti,   Meja di depan tetap sepi.   ...