Setelah mendapatkan materi yang dibutuhakan mereka mulai aksi dengan mempraktekkan teori. kali ini mereka akan unjuk bakat dalam kreasi tari nusantara.
tidak berlebihan jika mengatakan mereka dari kelas XI.4 menampilkan hal yang luar biasa.
Untuk upacara senin pagi ini kami warga SMAN 2 Karimun menggunakan baju dari setiap provinsi yang berada di Indonesia.
Upacara berjalan dengan lancar, setelah pembacaan doa kami dari TIM Adiwiyata sekolah menyerahkan Piagam Sekolah Adiwiyata yang sepekan lalu kami terima.
Menurut informasi, untuk tahun ini Sekolah yang mendapatkan piagam Adiwiyata nasioanl hanya ada di sekolah yang berada di Provisi Kepri.
Dengan antusias serta semangat yang mengebu mereka secara bergantian menyampaikan visi dan misi jika terpilih menjadi ketua/wakil osis.
Setelah orasi kami para pemilih diberikan waktu dua hari untuk menentukan pilihan siapa yang akan menjadi sebagai ketua/wakil osis berikutnya.
Waktu terus berjalan, bulan juli sudah berganti dengan Bulan Agustus. Tugas wali kelas terus berjalan sejalan dengan tugas mengajar.
Masuk minggu ke 6 sejak mereka dinyatakan sebagai kelas yang harus
dibimbing tugas memperhatikan perkembangan proses belajar mengajar terus
dilakukan.
Peringatan di dalam kelas sewaktu mengajar bahkan di sela – sela kegiatan sekolah mengingatkan mereka untuk menjaga absen kehadiran.
DISIPLIN WAKTU selalu itu yang terlontar ketika ada peserta didik yang datang terlambat atau lambat mengantarkan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab mereka.
Benarkah displin waktu hanya untuk
peserta didik? Jangan sampai ada peserta didik yang bertanya di dalam hati,
kenapa hanya mereka yang dituntut untuk displin waktu.
Mari kita intip masalah didispilin waktu yang sering diterapkan di sekolah.
Hujan sejak senja tak lepas meninggalkan bumi, aku yang sudah menggunakan baju hangat saja masih terasa dingin.
Merebahkan badan pada dipan yang tidak
lagi tebal, tapi hanya ini yang bisa aku beli setelah semua uang yang aku peroleh
dari keringat yang aku keluarkan.
Sejak melangkahkan kaki meninggalkan kampung halaman untuk mencari sesuap nasi karena tidak ada yang bisa aku harapkan jika tetap tinggal di kampung.
Langkahku terhenti, bola kaki warna warni menghentikan langkahku. Aku mengangkat kepala mencari sosok pemilik bola berwarna – warna. S...