Minggu, 31 Mei 2020

Ruang Tamu Tak Ada Tamu


Walaupun aku dan keluarga kengikuti anjuran pemerintah untuk tidak menerima tamu pada lebaran 1441 H ini, bukan berarti segala persiapan untuk lebaran dilupakan. Sudah dua hari menjelang lebaran segala persiapan sudah aku lakukan. Lebaran harus ada rendang daging atau ayam, sayur nangka atau gulai nangka orang ditempatku menyebutnya. Sudah beberapa tahun ini ada pula langganan sate ayam yang menjadi pelengkap menu di pagi lebaran. Ketupat pulut bersama serondengnya, walau tidak dibuat sendiri selalu ada rezeki dari tetangga.

Kamis, 28 Mei 2020

Rasa Bersalah Di Hari Yang Fitri


Astaghfirullah al-‘azhiim, sudah hari Raya kedua aku baru teringat. Sudah jam …setelah membaca ulang satu persatu ucapan yang dikirim, takut ada yang tertinggal. Terernyata benar  belum mengirim ucapan :

Rabu, 27 Mei 2020

Kapan Lelah Akan pergi (Part Akhir)


“ Bisa kamu meminjamkan uang untuk operasi pamanmu, Aisyah”, suara ibu terdengan dari seberang sana.
“ Aisyah tidak punya uang sebanyak itu, ibu.” Jawabku.
“ Pamankan bisa meminta tolong kepada anaknya dan bibi”, lanjutku.
“ Mereka sudah dihubungi tapi mereka tidak punya uangnya, Aisyah. Ibu menjelaskan.
“ Ibu, masak seorang anak tidak bisa memberikan dana untuk operasi ayahnya.”
“ Paman juga punya saudara lain, selain ayah. Kenapa hanya ayah yang selalu menolong paman.” Dengan nada kesal aku menjawab ibu.

Jumat, 22 Mei 2020

Kapan Lelah Akan Pergi (Part 1)


“ Aisyah”, kudengar suara dari seberang sana menyebut namaku. Ibu menelepon, pasti ada yang tidak beres, pikirku. Ibu hanya menelepon jika ada masalah di rumah, entah itu karena adik – adikku ataupun saudara ayah yang selalu meminta ini dan itu dengan ayah. Ayah tidak bisa menolaknya, sehingga ibu harus jengkel jika ayah meminta kepada ibu untuk meminta uang kepadaku.

Sedihnya Ramadhan Tahun Ini


“ Assalamualaikum bu”, aku belum mendengar suara ibu dari seberang sana. Tapi aku pasti handphoneku sudah tersambung dengan handphone ibu. Telephone sudah tersambung, sudah dua kali aku melihat handphoneku. Aku pasti nomor ibu sudah tersambung dengan handphoneku. Tapi aku belum mendengar suara ibu dari seberang sana.
“ ibu, ibu, ibu mendengar suaraku”, kataku lagi di handphone ku.
Masih sepi belum ada jawaban, aku melihat lagi ke layar handphone ku, sudah tersambung. Apa yang salah, tidak mungkin handphoneku rusak, sebelum aku menelepon ibu aku menelepon adikku. Handphoneku masih baik – baik saja, tidak mungkin dalam waktu sekejap handphone ku rusak.

Selasa, 19 Mei 2020

Catatan Kecil Buat Mu Siswaku


Tiga tahun sudah kita bersama
Kau datang dengan membawa sejuta asa
Kau melangkah pasti dengan membusungkan dada
Aku menerimamu dengan tangan terbuka

Mengalah Dengan Hati, Belajar terus Bersabar (Part 2)


Setelah menunggu hampir tiga tahun setengah, aku hamil. Selama kehamilah anak pertama aku selalu merasa sehat dan energik. Tidak ada yang namanya sick morning atau muntah – mudah apalagi mengidam. Semuanya seperti biasa saja, sampai – sampai orang yang melihatku jadi binggung sendiri.
“ Nik kamu, tidak merasa lelah dengan kesibukan seperti ini, lihat perutmu itu sudah besar sekali. Aku sewaktu mengandung maunya tiduran saja. berjalan sedikit saja sudah lelah.” Kata teman guruku.

Postingan Terbaru

Hatiku

  Langkahku terhenti, bola kaki warna warni menghentikan langkahku. Aku mengangkat kepala mencari sosok pemilik bola berwarna – warna. S...