Rabu, 04 Maret 2026

Cemburu Dengan Waktu

Langkah kakiku ku percepat, aku sudah terlambat 5 menit.

Gara – gara bensin langka aku terpaksa menggunakan sepeda untuk mencapai sekolah.

Sepertinya aku lupa dengan segala yang aku ajarkan pada anak didikku.

Pagi ini kebutuhan waktuku untuk masa sekarang terlalaikan.

Lupa untuk mengecek sepeda yang sudah lama tidak aku gunakan.

Belum lama mengayuh pedalnya aku merasa kesimbanganku oleng.

Rasa kesal menyelimuti hatiku, bagaimana tidak ban belakang sepedaku ternyata bocor.

Susash payah aku mencari bengkel dipagi buta, wal hasil terpaksa aku titipkan sepeda dipos satpam di depan gerbang sekolah setelah dengan susah payah mendorongya.

***

Minggu, 01 Maret 2026

Persimpangan Jalan

 

“Percuma Bu Laras, tetap saja salah.” Tergiang suara Bu Intan sepekan lalu ketika kami berbincang masalah pekerjaan.

“Saya lelah selalu disalahkan, padahal banyak yang salah tapi kesalahan saya sepertinya tidak termaafkan.” Masih bermain ucapan Bu Intan dibenakku.

Pagi ini aku tidak mau lagi mendengar keluh kesah Bu Intan yang sepertinya sudah kecewa dengan sikon yang tidak nyaman di kantorku.

Sebenarnya aku sudah merasakan hal ini dua tahun lebih tapi aku mentulikan teliga membutakan mata selagi kinerjaku tidak dipermasalahkan rasanya aku masih bisa mentolirirnya.

Tapi sekarang keadaan seperti tidak bersahabat denganku, ada saja yang tidak kena aku yang datang pagi dipermasalahn oleh teman sekantor katanya mencari muka.

Mencari muka dimana, sejak awal bekerja aku selau datang lebih awal karena tidak ingin terjebak macet yang memusingkan kepala.

Belum lagi polisi yang diakibatkan oleh berebutnya kendaraan bermotor jika sudah jam padat dengan karyawan yang berlomba ke kantornya masing – masing.

Sabtu, 14 Februari 2026

Pilihan


Langkahku gontai, lorong rumah sakit sepi, sesepi hatiku saat ini.

Airmata yang menumpuk sedari ruangan periksa tidak bisa aku tahan.

Satu persatu air itu turun bersama luruhnya badanku ke ubin rumah sakit.

Untung saja lorong tempat aku bersimpuh sepi. entah ini janji sang pencipta untuk menutup aibku karena aku menutup aib suamiku.

Apa aibku, hanya karena aku terlalu sedih memikirkan nasibku yang sudah tidak dianggap suamiku saat ini dan apa nasib janin yang sebetulnya lama aku tunggu tapi datang tidak tepat waktu.

“Abang akan menikah lagi, suka tidak suka terima.” Ucap suamiku tiga bulan lalu.

Seandainya Bang Zikri meminta baik – baik aku pasti mengizinkan dirinya untuk menikah lagi.

Menjelang tujuh tahun pernikahan belum juga ada jerit tangis bayi di rumah kami.

Dan hari ini, aku dikejutkan dengan berita yang sudah lama aku tidak aku harapkan lagi.

“Sudah 14 minggu ya Bu. Ibu beruntung tidak merasakan mual diawal kehamilan.” Kalimat dokter kandungan membuat duniaku menjadi terang benderang tapi seketika mengingat suamiku sudah menjatuhkan talak sebulan lalu walaupun kami belum menjalani sidang perceraian.

Izin sudah kuberikan, tapi entah apa yang menyebabkan suamiku menjatuhkan talak kepadaku.

“Niah, ada apa?” terkejut jangan lagi ditanya.

Sabtu, 31 Januari 2026

Lentera Hati

 


Helaan napas berat membuatku merasa lega, mengusir sebak yang menyesakkan dada.

Badanku yang lelah bertambah lelah, dan akhirnya hari ini aku bisa merasa lega dan melemaskan otot yang sudah dua pekan ini berkutat di depan laptop mengolah data dan rekan - rekannya untuk nilai mata pelajaranku dan memprint rapor sebagai tugas yang ditambahkan selain mengajar.

Sudah terbayang bagaimana aku mengisi waktu selama dua pekan ini.

Bebas mengajar bukan bebas bekerja, batinku.

Senyumku terkembang, belum pernah selama mengajar aku merasa selega ini menghadapi libur mengajar.

Dua hari meliburkan diri dari memegang laptop untuk meramu perencaan pembelajaran.

Dua hari untuk mengolah lemari bajuku yang sudah tidak berantakan selama 6 bulan kerana sibuk dengan mengajar.

Sabtu, 27 Desember 2025

Sampai Waktunya



Seperti biasa dini hari aku sudah terbangun, rasa lelah tidak membuatku bermalas – malasan. Sebelum aku beranjak meninggalkan ranjang melihat sekilas suamiku yang masih hanyut dalam mimpinya.

Menuju dapur tempat untuk menyambut hari, dapur adalah tempat pertama untuk mengisi hariku sebelum menuju tempatku mengabdikan diri yang membuat rumah tanggaku akhir – akhir ini tidak nyaman.

Minggu, 09 November 2025

Titik Nolku.


Mataku terasa perih, lelah mengelayut aku hanyut  dalam tangis panjangku yang memilu. Terpaksa aku membuka mata yang masih lengket akibat semalaman menangis, panas sontak menerpa wajahku. Sinar matahari tidak mau kompromi dengan lelah badan serta jiwaku, dengan garang panasnya menusuk badanku yang memang terlelap di balkon kamar ku. Mengerakkan badan yang terasa sakit akibat tidur di kursi, badanku yang meringkuk saat tidur sungguh menyiksaku.

Aku berjalan masuk ke kamar, rapi masih rapi ranjangku. Aku memandang sekilas kearah  androidku yang tergeletak mengenaskan dimeja hias, mengingat chat  terakhir dari nomor yang tidak dikenal.

Minggu, 05 Oktober 2025

BCKS Kepri 2025 (1)

 

Sejak tanggal 21 sudah menginjakkan kaki di kota Tanjungpinang untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah Tahun 2025.

Perjalanan menuju ke kota Tanjungpinang terpaksa dilakukan sehari sebelum hari pelaksanaan kegiatan yang harus diikuti.

Setelah menggunakan tranfortasi laut selama 4 jam jika menaikai kapal langsung dari Karimun tapi untuk perjalanan kali ini karena bersama rombongan sekolah yang akan mengikuti rekon perjalanan menuju Kota Provinsi kepulauan Riau atau lebih dikenal dengan KEPRI kami lakukan dengan jalur laut ke Kota Batam dari Batam kami menaiki tranfortasi darat menuju pelabuhan yang akan mengantarkan kami ke Kota Tanjungpinga. kurang lebih yangi di tempuh juga 4 jam tempat pelatihan. Tinggal memilih mau naik kapal kecil dengan sekali perjalanan atau memilih kenyaman dengan kapal besar dengan beberapa kali menganti tranfortasi baik laut. 

Agro Hotel Bintan tempat pelatihan BCKS Tahun 2025.

Mulai pukul 11.45 wib beberapa peserta sudah terlihat, waktu untuk melapor masih beberapa jam lagi tepatnya pukul 13.00 WIB. Menunggu waktu cek-in saya bersama beberapa peserta yang sudah hadir menunggu dilobi hotel.

Postingan Terbaru

Hatiku

  Langkahku terhenti, bola kaki warna warni menghentikan langkahku. Aku mengangkat kepala mencari sosok pemilik bola berwarna – warna. S...